Posted by Unknown on Sabtu, April 11, 2015 in Islami | No comments
Pacaran
Pada
Zaman-zaman sekarang ini anak muda sekarang sangatlah lumrah mereka
saling berpacaran dengan pasangan-pasangan mereka masing-masing. Akan
tetapi hendaknya mereka tahu apa alas an mereka melakukan pacaran,
bagaimana dinamakan pacaran yang baik atau bagaimana yang dinamakan
pacaran yang tidak baik. Dan apa dasar mereka melakukan pacaran atau
memilih pacar, apa yang perlu dipikir sebelum serius, bagaimana memahami
sifat pasangan , dan batasan-batasan tentang seks yang perlu dihormati
dari setiap pasangan
Pacaran Menurut Perspektif Islam
Dalam
islam sebelumnya tidak mengenal kata pacaran, namun seiring waktu dan
perkenbangan zaman yang di kuasai Barat maka Islam pun mendapatkan
pelajaran tersebut melalui beberapa media yang dengan gencarnya
memberikan praktek-praktek pacaran.
Suatu
kewajaran kalau antara laki-laki dan perempuan saling tertarik satu
sama lainnya. Hal ini karena memang Allah menciptakan mereka dari satu
jiwa lalu menciptakannya berpasang-pasangan dan kemudian
mengembangkannya menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak. (QS.
Annisa : 1) yang artinya:
”Wahai
manusia Bertakwalah Kepada tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari
diri yang satu (Adam) dan Allah menciptakan pasangannya (Hawa) dari
dirinya, dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan
perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya
kamu saling meminta, dan perihalah hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya
Allah selalu menjaga dan mengawasimu”.
Penciptaan
manusia secara berpasang-pasangan dan menjadikannya berkembang menjadi
bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, bertujuan untuk saling kenal-mengenal
dan berhubungna satu sama lain. Hubungan yang paling baik adalah yang
mampu memelihara diri dan hubungan dengan Allah dan Mahkluknya, dalam
konteks memelihara hubungan antar laki-laki dan perempuan, islam
menganjurkan perkawinan bagi yang sudah mampu dan melarang mendekati
segala perbuatan yang segala bentuk perzinaan.
Kesimpulan
saya bahwa pacaran memang sangat rawan dengan perzinaan, oleh karena
itu untuk apa kita mendekati pacaran apalagi mencobanya, padahal dengan
jalan khitbah saat nanti umur kita memcukupi dan siap lahir batin maka
semua itu akan berjalan lebih indah..
karena
dalam Islam, hanya mengenal hubungan antara pria dan wanita yang
dibagi menjadi dua, yaitu hubungan mahram dan hubungan nonmahram.
Hubungan mahram adalah seperti yang disebutkan dalam Surah An-Nisa: 23,
yaitu mahram seorang laki-laki (atau wanita yang tidak boleh dikawin
oleh laki-laki) adalah ibu (termasuk nenek), saudara perempuan (baik
sekandung ataupun sebapak), bibi (dari bapak ataupun ibu), keponakan
(dari saudara sekandung atau sebapak), anak perempuan (baik itu asli
ataupun tiri dan termasuk di dalamnya cucu), ibu susu, saudara sesusuan,
ibu mertua, dan menantu perempuan. Maka, yang tidak termasuk mahram
adalah sepupu, istri paman, dan semua wanita yang tidak disebutkan dalam
ayat di atas.
Pergaulan Bebas
Seks
adalah proses m enjalani kehidupan bersama dengan suami-isteri. Seks
merupakan proses hubungan intim antara 2 orang yang berlainan jenis
kelamin atau jenis kelamin yang sama ( Homosexual ) serta melakukan
hubungan seks. Istilah seks lebih tepat untuk menunjukan alat kelamin.
Namun, seringkali masyarakat awam memiliki pengertian bahwa istilah seks
adalah lebih mengarah pada bagaimana hubungan seksual antara 2 oang
yang berlainan jenis kelamin. Dan tidak sepantasnya masalah seks
dipandang ebagai suatu permasalahan yang sepele, bakan mesti diatasi
sesuai dengan solusi yang diturunkan Allah SWT. Kerana Seks bukanlah
masalah yang sekunder, pergaulan bebas khususnya melakukan hubungan seks
secara bebas telah menghancurkan banyak peradaban yang pernah menguasai
dunia.
Perspektif Hukum Islam Terhadap Seks
Pergaulan
bebas dan seks bebas merupakan fenomena yang sudah terjadi sejak lama
bertentangan dengan etika agama islam dan kesusialaan yang ada
dimasyarakat, yang pada akhirnya merusak pemuda-pemudi dikalangan kita.
Seks bebas adalah hubungan seksual yang tidak sah, islam telah melarang
segala bentuk hbungan seksual yang diluar pernikahan dan menetapkan
hukuman yang berat terhadap pelaggaran hukum yang telah ditentukan.
Dengan demikian perbuatan-perbuatan yang dapat menjerumuskan pada
perbuatan zina adalah haram. Dan diperkuat denga kaidah-kaidah yang
membawa pada hal haram maka hukumnya haram.
Allah Ta’ala berfirman, “Perempuan
yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang
dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada
keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu
beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan)
hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.
Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina,
atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini
melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang
demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin,” (an-Nuur: 2-3).
Allah Ta’ala juga berfirman, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk,” (Qs. al-Israa’: 32)
Ulama Fiqih membagi zina menjadi 2 bagian
- Pezina Muhson yaitu: bagi wanita yang sudah bersuami atau pernah bersuami dan bagi laki-laki mereka yang sudah beristeri atau pernah beristeri.
- Pezina Ghoiru Muhson Yaitu: mereka yang belum pernah bersuami atau beristeri
Dan yang sering melakukan perzinaan adalah pezina Ghoiru Muhson, antara
remaja laki-laki dengan wanita yang belum menikah atau dengan wanita yang
sudah menikah ataupun sebaliknya.
Biro Jodoh
Biro
jodoh adalah tempat untuk membantu orang baik perempuan atau orang baik
laki-laki yang mengalami kesulitan dala mencari jodoh ( pasangan ),
sehingga adanya biro jodoh ini diharapkan dapat mengatasi hambatan dalam
pencarian dan pemilihan jodoh ( pasangan ) sesuai criteria yang
diinginkan. Biro jodoh ini dapat berupa badan ataupun orang yang akan
mencari jodoh.dan pada zaman ini kebanyakan biro jodoh sering dilakukan
dengan suasana hiburan saja sehingga antara laki-laki dan perempuan yang
bukan mahram bisa dapat berkumpul mungkin tanpa batasan.
Pandangan Islam Dalam Biro Jodoh
Penciptaan
manusia secara berpasangan dan menjadikan berkembang menjadi
bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, untuk saling kenal dan berhubungan
satu sama lain. Islam menganjurkan kepada umat islam agar saling
mengenal antara satu dengan yang lain. Sesuai dengan rambu-rambu
keislaman dan perspektif islam. Untuk sebatas mengenal dan mencintai
seseoran karena Allah dan tiak melanggar larangan.
Hukum Biro Jodoh
Hukum
biro jodoh ini sama dengan hukum peminangan, karena tidak terdapat
dalam Al-qur’an dan Hadist , oleh karena itu, hukumnya MUBAH. Hal ini
dikarenakan dari sudut mana kita memandang dan bagaimana cara teknis
dari biro jodoh itu sendiri serta niat dari yang mencari jodoh.
0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan Komentar Disini