Minggu, 23 Oktober 2016

2 ALASAN MENGAPA KENAPA ANDA SULIT BERUBAH?

coffee_preparation_1


Sebuah pertanyaan, yang mungkin Anda tanyakan juga, kenapa saya sulit berubah? Sudah berapa kali saya menerima pertanyaan semacam ini:

“Saya sudah mengikuti berbagai seminar, membaca buku, ebook, dan menonton video motivasi dan pengembangan diri. Mengapa saya sulit berubah? Tidak ada perbaikan yang berarti dalam hidup saya. Tidak ada peningkatan motivasi dalam hidup saya. Semua produk pengembangan tersebut tidak bekerja untuk saya.”
Anda pernah mengalami hal yang sama? Bersyukurlah jika tidak. Saya masih mendapatkan kiriman SMS maupun email yang mengatakah hal yang senada. Mereka mengatakan bahwa seminar, buku, ebook, maupun video tidak bermanfaat bagi mereka.
Namun yang perlu diperhatikan adalah, bisa jadi merasa tidak sulit berubah, tapi lihat 5 tahun ke belakang. Adakah perubahan signifikan yang Anda alami selain bertambahnya umur?
Jika tidak ada atau sedikit perubahan, artinya Anda sulit berubah.
Apa penyebabnya? Ada 2 penyebab utama, mengapa suatu produk pendidikan tidak bermanfaat. Yang dimaksud produk pendidikan itu seperti buku, seminar, ebook, video, pelatihan, coaching, dan sebagainya.

Ada termostat dalam diri Anda?

Coba lihat setrika Anda. Disana ada termostat, dimana Anda bisa mengatur panas maksimal. Jika panas maksimal sudah tercapai, aliran listrik ke setrika Anda akan berhenti. Sehingga, panas setrika Anda tidak akan melebihi panas yang Anda atur.
Nah, dalam diri kita juga sama. Jika penghasilan Anda tidak beranjak dari angka tertentu, mungkin secara tidak sadar, Anda sudah mengatur termostat keuangan Anda. Ya, tidak sadar, sebab secara sadar Anda sebenarnya ingin lebih dari itu.
Jadi, tugas Anda selanjutnya adalah melepaskan termostat itu atau setidaknya naikan pengaturannya. Jika sebelumnya penghasilan Anda Rp 10.000.000, sekarang atur menjadi Rp 20.000.000 misalnya. Lebih tinggi boleh.

Benarkah Anda Ingin Berubah?

Yang pertama ialah karena tidak yakin. Seseorang memang berharap mendapatkan sesuatu setelah mengikuti sebuah seminar. Namun dia hanya berharap, bukan meyakini bahwa seminar tersebut akan memberikan hasil. Berharap dengan yakin sungguh berbeda, berharap seolah untung-untungan, namun yakin seolah hasil sudah di tangan.
“Saya berani membayar mahal karena saya merasa yakin”. Coba tanya lebih dalam lagi hati Anda. Betulkah Anda yakin? Saat Anda mengatakan bahwa “Semua produk pengembangan tersebut tidak bekerja untuk saya.” Itu adalah tanda tidak yakin. Keyakinan Anda tercermin dari kata-kata dan tindakan Anda.
Sejauh mana Anda melakukan apa yang diinstruksikan dalam produk pendidikan tersebut? Itu juga menggambarkan keyakinan Anda. Sudahkah Anda mengikuti semuanya? Menjalankan dengan sungguh-sungguh? Silahkan Anda evaluasi lagi.
Keyakinan Anda adalah termostat Anda. Pencapaian Anda akan dibatasi oleh keyakinan Anda. Jika tidak yakin perubahan didapat setelah Anda belajar, Anda akan berubah. Jika tidak, maka Anda tidak akan berubah.

Perubahan Perlu Proses

Sebenarnya, berubah dalam artian merubah arah, terjadi secara instan, seperti Anda mengubah arah motor atau mobil Anda. Namun, setelah Anda memutar setir, akan membutuhkan waktu atau proses agar sampai ke tujuan baru. Wawasan, mindset, dan ilmu Anda berubah secara instan setelah belajar, tapi sampai membuahkan hasil perlu waktu dan proses.
Masalahnya dimana? Begini …
Mungkin saat Anda mengikuti pelatihan, membeli buku, dan sebagainya, sebenarnya Anda sudah yakin. Kemudian Anda mencoba menerapkan apa yang Anda pelajari. Namun hasil tidak juga kunjung datang dan keyakinan Anda mulai pudar. Termostat Anda kembali ke angka sebelumnya.
Yang perlu ada yakini adalah berubah itu langkah demi langkah. Anda bisa mengubah arah hidup secara instan, namun untuk mencapai perubahan itu perlu tahapan. Hasilnya akan Anda dapatkan akan membutuhkan waktu dan proses. Ingat itu, yakinilah.
Kegagalan Produk Informasi
Banyak produk informasi diluaran sana, dan sepertinya sangat larir. Biasanya, produk laris itu adalah produk-produk informasi yang menawarkan hasil yang menggiurkan. Misalnya bagaimana mendapatkan penghasilan Rp 100.000.000 per bulan. Biasanya laris. Serius.
Ada yang berhasil? Jelas saja ada. Anda bisa lihat ditestimoninya. Saya percara itu. Saya tidak mau berburuk sangka dengan mengatakan itu bohong. Tentu saja kita harus cerdas, karena bisa jadi ada yang bohong, tetapi tidak semuanya.
Tapi, ada juga (atau banyak) yang gagal. Padahal mempelajari produk informasi yang sama. Mereka sama-sama ikut pelatihan, tetapi ada yang berhasil, ada yang gagal.
Mengapa ada yang gagal?
Orang yang berhasil adalah mereka yang sudah memiliki kapasitas diri yang besar. Sehingga saat mendapatkan teknik-teknik mahir, dia sudah siap. Berbeda dengan yang gagal, karena kapasitas diri yang kecil, sehebat apa pun teknik akan percuma.
Jika kapasitas wadah hanya satu cangkir, percuma pergi ke laut berharap satu ember air. Tetap saja satu cangkit.
Ya, saya katakan kegagalan produk informasi itu. Kurang lengkap, hanya membahas masalah teknis tetapi lupa untuk memperbesar kapasitas.
Jadi, penyebab sulit berubah yang kedua karena produk informasi tersebut tidak berhasil memperbesar kapasitas diri Anda. Pikiran Anda seperti sebuah wadah yang memiliki kapasitas tertentu. Sebuah cangkir tidak akan pernah bisa menampung air seember, sebanyak apa pun air yang dituangkan, hanya satu cangkir saja yang tersisa.
Hal ini bisa disebabkan karena produk informasi tersebut yang gagal memperbesar kapasitas Anda atau pikiran Anda yang begitu kaku sehingga tidak bisa diperbesar. Penyebab lain bisa juga pikiran Anda penuh dengan pikiran-pikiran negatif sehingga tidak ada lagi ruang untuk hal lain. Oleh karena itu, Anda perlu membersihkannya.
Tahukah Anda mengapa produk bisa gagal memperbesar kapasitas diri? Karena produk tersebut hanya fokus pada how to atau hanya masalah teknis. Produk itu hanya memberi petunjuk cara mengambil air yang banyak, tanpa memperbesar kapasitas penampung air tersebut.

Andalah Yang Bertanggung Jawab Memperbesar Kapasitas Diri

Namun kita tidak serta merta menyalahkan produk tersebut. Bisa jadi produk tersebut memang dirancang untuk orang yang sudah memiliki kapasitas diri yang memadai. Untuk itu, jika Anda ingin berubah, maka Andalah yang harus menambah kapasitas diri Anda.
Ya, bisa jadi akan membutuhkan waktu lama atau ebook yang tebal jika secara lengkap dibahas dalam satu produk. Anda yang seharusnya memperbesar kapasitas diri Anda.
Jangan hanya fokus mencari “cara” atau masalah teknis. Anda perlu belajar cara memperbesar kapasitas diri Anda. Anda tidak perlu menuntut atau marah kepada orang lain, karena perubahan itu mulai dari diri Anda. Kita tidak bisa menuntut kondisi berubah, sebab lebih penting mengubah diri sendiri.

Kapasitas Diri Tergantung Kepercayaan Diri Anda

Sebenarnya, kapasitas diri Anda itu sangat besar. Sangat dahsyat. Allah telah memberikan potensi yang besar kepada kita. Namun seringkali kapasitas itu tidak bisa kita gunakan, sebab kita tidak mempercayainya. Anda harus percaya bahwa diri Anda memiliki kepasitas yang besar. Setelah Anda percaya, disanalah Anda akan mulai bisa mengoptimalkan potensi diri. Kita tidak akan mampu mengoptimalkan potensi diri, jika kita tidak percaya bahwa potensi itu ada.
Jadi, tingkatkan kepercayaan diri Anda, maka kapasitas diri Anda akan lebih besar sehingga mampu berubah, mampu meraih sukses yang lebih besar lagi.

Insya Allah, Anda akan berubah!

RAHASIA SUKSES SESUNGGUHNYA



SEJAUH MANA ANDA MEMILIKI KEYAKINAN YANG KUAT KEPADA ALLAH?

Bagaimana bisa, Keyakinan Yang Kuat Kepada Allah adalah kunci sukses sesungguhnya? Bukankah untuk meraih sukses kita harus bertindak? Berusaha sekuat tenaga, mulai dari menetapkan tujuan, membuat rencana, dan bekerja keras meraihnya?



Tidak ada yang salah sebenarnya jika kita menyikapi atau melihatnya dengan iman yang benar. Ikhtiar dalam hal ini tindakan memang harus dilakukan. Ini kewajiban kita. Tetapi yakinlah bahwa penentu sukses itu bukan tindakan, karena sesungguhnya Allah yang menentukan sebagai Rabb alam semesta.

Disisi lain, tindakan dan keyakinan amalan yang berbeda. Tindakan amalan fisik sementara keyakinan amalan hati yang keduanya bisa dilakukan bersamaan tidak saling meniadakan.

Saya tidak mengatakan cukup dengan Keyakinan Yang Kuat Kepada Allah kemudian tanpa ikhtiar. Bukan itu. Yang salah adalah saat seseorang bertindak dan beranggapan tindakan segalanya. Tindakan yang menentukan dia sukses atau tidak. Tanpa sadar, menuhankan tindakan. Menganggap tindakan adalah segala-galanya.

Yang benar adalah tindakan tetap harus dilakukan, tetapi bukan segala-galanya dan bukanlah yang menentukan. Secara lahir kita berusaha dengan kerja keras, sementara dalam batin kita yakin bahwa segala keberhasilan adalah Allah yang menentukan.

“… Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS Ath Thalaq:2-3)

Dari Umar bin Al Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya kalian betul-betul bertawakal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rezeki sebagaimana burung mendapatkan rezeki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Al Hakim. Dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shohihah no. 310)

Allah akan mencukupkan keperluan, Allah akan memberikan jalan keluar, Allah akan memberi rezeki bahkan dari arah-arah yang tidak disangka jika kita bertaqwa dan bertawakal kepada Allah. Kita harus memiliki Keyakinan Yang Kuat Kepada Allah tentang ini.

Apakah cukup dengan bertawakal tanpa usaha? Sebenarnya bukan fokus artikel ini untuk membahas ini, tetapi karena sering ada yang mempertanyakannya, maka kita bahas. Sebenarnya di artikel lainnya sudah saya bahas.

Sederhananya, tawakal adalah perintah. Ikhtiar adalah perintah. Jadi, lakukan saja keduanya. Jangan salah satunya, tetapi keduanya. Lihat dalam perumpamaan burung pada hadits diatas, disebutkan bahwa burung itu “pergi”. Artinya tetap berikhtiar.

Lakukan bagian Anda (ikhtiar), kita serahkan hasilnya kepada Allah. Ini.

Namun, sebenarnya yang ingin saya bahas pada artikel ini tentang keyakinan yang kita miliki. Sudahkah kita benar-benar yakin bahwa Allah akan menolong kita, memberikan jalan keluar, mencukupkan keperluan kita, atau memberi rezeki kepada kita?

Sudah yakin? Ini kuncinya!

Jika Anda sudah yakin, harusnya Anda:

Tenang bahwa apa yang Anda do’akan dan ikhtiarkan akan tercapai.
Tenang bahwa Allah akan memberikan yang terbaik bagi kita.
Jadi, kata kuncinya adalah tenang. Tidak stress, tidak khawatir, tidak tergesa-gesa, namun tetap melakukan ikthiar seoptimal mungkin dan meminta pertolongan Allah dengan sungguh-sungguh dan yakin.

Maka hidup Anda lebih tenang, lebih tentram, tidak ada khawatir, dan tidak ada ketakutan sedikit pun tentang dunia. Inilah yang saya sebut Beautiful Mind. Hati yang indah dan damai dalam menjalani hidup.

Jika Anda bertanya, Keyakinan Yang Kuat Kepada Allah? Saya akan bertanya balik, apa akibatnya jika tidak yakin?

Sederhananya, jika Anda meyakini maka Anda akan mendapatkannya. Dan yang lebih penting adalah keyakinan ini adalah perintah Allah.

Keyakinan Yang Kuat Kepada Allah akan membuat Anda lebih optimis, dan optimis adalah salah satu yang menjadikan kita lebih mudah dalam meraih sukses.

Menumbuhkan Keyakinan Yang Kuat Kepada Allah

Lalu, bagaimana cara menumbuhkan Keyakinan Yang Kuat Kepada Allah?

Langkah pertama dan utama tentu dengan cara mempertebal iman kita. Keyakinan berkaitan dengan iman kita kepada Allah dan kekuasaan Allah. Untuk pembahasan ini, sebaiknya Anda langsung belajar kepada para ustadz dan ulama terpercaya.

Pada intinya adalah kita perlu meningkatkan ilmu tentang keimanan dan cara meningkatkan keimanan. Ada banyak pengajian, buku, dan berbagai media lainnya untuk belajar tentang keimanan.

Semakin tinggi iman kita, in syaa Allah akan semakin kuat keyakinan kita kepada Allah dan kita akan lebih tenang, damai, dan tidak stress dalam menghadapi hidup, masalah, dan saat mengejar cita-cita kita.

Poin yang ingin saya sampaikan adalah tidak ada bagian dari kehidupan kita yang bisa lepas dari agama. Ya, agama memang harus selalu dibawa-bawa dalam setiap aspek kehidupan kita. Bisnis, karir, rumah tangga, dan apa pun itu tidak bisa lepas dari agama.

Bagaimana pun hebatnya ilmu bisnis, ilmu manajemen, ilmu teknologi, ilmu social, dan sebagainya, jika tidak dilandasi agama, semua akan percuma. Ilmu agama adalah menu wajib dalam hidup kita, karena hidup kita tujuannya untuk beribadah kepada Allah.

Ini jika Anda ingin selamat dunia dan akhirat. Yuk, kita sama-sama, termasuk saya, untuk terus meningkatkan pemahaman agama Islam. Kita sudah sadar bahwa kesuksesan hakiki itu adalah sukses dunia akhirat.

Penutup

Kunci sukses hakiki itu tidak akan cukup dengan hanya mengandalkan ilmu dunia dan kerja keras. Membutuhkan pertolongan Allah sehingga kita harus meminta pertolongan Allah. Kemudian kita harus memiliki Keyakinan Yang Kuat Kepada Allah bahwa Allah akan menolong dan memberikan yang terbaik buat kita.

Mungkin, jika kita masih suka khawatir, ragu, takut, stress, khawatir, dan perasaan negatif lainnya, artinya keimanan  kita harus ditingkatkan juga. Agar hidup lebih damai dan tentram.

Konsekuensinya, bukan hanya ilmu bisnis, ilmu manajemen, ilmu pengembengan diri, ilmu strategi kemudian ditambah kerja keras, tetapi yang lebih penting adalah ilmu agama agar kita memiliki Keyakinan Yang Kuat Kepada Allah.

Cara Mendoakan dan bela Sungkawa terhadap teman non muslim

Pak Ustadz, Dalam pergaulan saya dengan non Islam, sering dihadapkan kepada persoalan-persoalan yang sangat prinsip. Misalnya kepada rekan non Islam, saya:
  • menjenguk yang sakit
  • menjenguk yang melahirkan
  • memberikan pertolongan kepada yang mengalami bencana, dan lain sebagainya.
Lalu bagaimana, cara kita sebagai umat Islam mendoakan rekan non Islam untuk sehubungan dengan hal-hal di atas. Kemudian jika mendengar rekan non Islam yang meninggal, ucapan yang bagaimana bisa disampaikan sebagai rasa belasungkawa kita. Atas perhatiannya saya sampaikan terima-kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Naufal
Jawaban: Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh,
Mendoakan orang lain hukumnya tentu baik dan berpahala. Termasuk juga mendoakan hal-hal yang baik buat seorang non muslim sekalipun. Misalnya mendoakan kesembuhannya bila sakit atau bisa terbebas dari kesulitan duniawi lainnya. Tentu saja berdoa dengan cara islam kepada Allah SWT, bukan mengikuti ajaran mereka.
Doa ini lebih merupakan sebuah doa yang bersifat kemanusiaan, di mana sebagai sesama manusia, wajarlah bila kita saling tolong dengan sesama.
Bahkan sebagai muslim diwajibkan kepada kita untuk melindungi kafir zimmi segala hal yang mencelakakan mereka. Bahkankalau sampai adapihak umat Islam yang menyakiti kafir zimmi yang berada dalam perlindungan umat Islam, maka yang memerangi itu harus diperangi. Maka mendoakan kebaikan duniawi buat mereka tentu saja merupakan hal yang wajar dan diperbolehkan.
Batas yang tidak boleh adalah memohonkan ampunan bagi orang yang kafir yang mati dalam kekafirannya. Meski pun yang kafir itu masih saudara kita sendiri. Dan dalam konteks itulah Allah SWT melarang Nabi Ibrahim mendoakan dan memintakan ampunan bagi ayahnya yang kafir.
Berkata Ibrahim, Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.
Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat, sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam. Dan permintaan ampun dari Ibrahim untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.
Ungkapan innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’un (artinya: kita ini semua milik Allah dan kita pasti akan kembali kepadan-Nya) bukan doa dan sama sekali tidak bermaksud mendoakan orang yang wafat, melainkan ungkapan zikir biasa yang dikaitkan dalam konteks bila ada yang wafat. Sedangkan yang wafat itu beragama apapun, tidaklah menjadi masalah. Sebab makna lafaz dari hanyalah ungkapan bahwa kita ini semua milik Allah dan kita pasti akan kembali kepadan-Nya. Bahwa seorang mati dalam keadaan beriman atau tidak beriman, itu urusan masing-masing.
Selama lafaz itu tidak bermakna doa atau memohonkan ampunan, tentu tidak terkena larangan. Namun bila diteruskan dengan ungkapan lain, seperti: semoga arwahnya diterima di sisi tuhan , tentu saja haram hukumnya. Sebab siapapun yang meninggal bukan sebagai muslim, sudah pasti arwahnya tidak akan diterima Allah. Tapi bukan gentayangan, melainkan tidak diterima sebagai hamba yang baik, sebaliknya diterima sebagai hamba yang kafir, ingkar dan sudah pasti 100% masuk neraka. Dan tanpa kemungkinan untuk diampuni lagi dosanya.
Demikian juga bila harapan kita adalah: Semoga arwahnya tenang di sisi-Nya , tentu saja tidak boleh. Sebab dalam pandangan aqidah kita, seorang yang mati dalam keadaan kafir, arwahnya tidak akan tenang. Sebab mereka harus berhadapan dengan malaikat azab.
Apa yang kami sampaikan ini bukan berarti kita harus membenci non muslim. Sama sekali tidak. Namun tema ini adalah bagian dari aqidah seorang muslim, untuk membedakan bahwa agama Islam itu tidak sama dengan agama lain. Bedanya jelas, yang muslim kalau mati masuk surga sedangkan yang bukan muslim matinya pasti masuk neraka. Jadi ungkapan bahwa semua agama itu sama adalah ungkapan yang sesat dan menyesatkan.
Tetapi kalau kita sampaikan rasa bela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan, misalnya dengan ucapan turut berduka cita, seperti yang umumnya tertulis di karangan bunga, tentu tidak menjadi masalah.Toh, ungkapan ini juga bukan doa melainkan hanya ungkapan rasa simpati sebagai sesama manusia biasa. Bahkan kalaupun kita mohon kepada Allah SWT agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran, tentu saja tidak mengapa.
Wallahu a’lam bish-shawab, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc.
Sumber Cara Mendoakan dan Belasungkawa Kepada Non Muslim : http://www.salaf.web.id

EKONOMI SYARIAH DIANTARA KAPITALIS DAN LUTI LEVEL MARKETING (MLM)



Popularitas ekonomi dan perbankan syariah semakin melambung khususnya setelah teruji tangguh melewati badai krisis. Syaraf-syaraf syariah yg bersendikan keadilan dan kebersamaan saling membangkitkan dan tetap memegang asas jual beli yg saling menguntungkan telah terbukti mampu menghindar dari jebakan-jebakan kapitalis berupa bunga dan riba serta penggunaan jebakan utang utk melemahkan satu pihak. Sendi ekonomi syariah apakah itu perbankan ataupun jual beli terbukti bukan hanya tangguh melainkan juga memberikan keuntungan yg lbh besar dan halal daripada ekonomi kapitalistik yg paling modern sekalipun. Fakta demikian ini cenderung ditutupi oleh mereka yg tidak setuju atau menentang ekonomi syariah krn khawatir akan tersaing minimal memakan market share yg selama ini mereka ni’mati. Ekonomi kapitalis saat ini terus melakukan propaganda utk menguatkan citra mereka yg kedodoran.
Simak bagaimana upaya bank konvesional mengangkat citranya dgn promosi hadiah jor-joran sementara kondisi internalnya sudah sangat keropos dimakan karat korupsi dan kolusi. Simak juga ada bank terus menggelar berbagai acara TV dgn biaya yg tidak sedikit sementara penjualan sahamnya terus dibelit masalah. Ada juga bank dgn program hadiah ratusan mobil mewah dgn iklan yg sangat gencar sementara kinerjanya tidak kunjung membaik.
Hanya ada satu pertanyaan dasar utk itu dari pos mana dana besar utk hadiah itu diambil? Sejauh ini belum ada kabar menggembirakan dari bank besar mana pun yg menunjukkan penyaluran kredit mereka ke dunia sektor riil berjalan lancar seiring dgn kebangkitan sektor riil yg dibiayainya. Kalaupun ada satu atau dua usaha di sektor riil nampak bangkit apakah penghasilan bank dari kredit yg disalurkannya sudah demikian besar sehingga mampu mendanai hadiah miliaran rupiah itu.
Tak ada jawaban akurat utk itu kecuali adanya indikasi penggembosan pemborosan dan pembiusan nasabah. Dengan iming-iming hadiah besar diharapkan nasabah mau menyimpan uangnya di bank. Membodohi Membius dan Menipu Memang nampak sekilas tidak ada kegiatan menipu membodohi atau membius dalam kegencaran iklan hadiah jor-joran itu. Kenyataannya nasabah “dibius” dgn hadiah yg aduhai yg sebenarnya hanya memiliki kemungkinan sangat kecil utk dimenangkan. Jelas tidak mungkin semua nasabah akan mendapatkan hadiah menggiurkan itu. Memang ada yg menang tetapi jauh lbh banyak lagi yg kalah. Sangat kental aroma untung-untungan dalam memenangkan hadiah itu.
Sebuah proses pembodohan yg sangat tak mengenakan busana. Iklan hadiah jor-joran seperti ini seolah ingin membangun sebuah citra hebat sehat kuat dan kayanya sebuah bank. Sekarang harap dicatat saja iklan-iklan heboh seperti ini kemudian ikuti berita seputar merger pailit kolapsnya sejumlah bank besar yg mayoritasnya memasang iklah heboh itu. Apa maksudnya jika tidak hendak menipu nasabah atau paling tidak melecehkan intelektualitas nasabah. Dikiranya nasabah tidak tahu bahwa bank itu sedang kolaps. Inilah keseluruhan jalan yg ditempuh oleh bank kapitalis dalam mempertahankan nafasnya yg sudah tersengal itu .

Multi Level Marketing

Gejala kebangkitan suatu trend jual-beli yg unik dan lain dari yg lain. Itulah Multi Level Marketing . MLM yg dimaksud di sini suatu penjualan barang eksklusif tanpa menggunakan jalur distribusi biasa melainkan melalui agen atau distributor yg merupakan anggota jaring pemasaran eksklusif dan umumnya bertingkat . Karakter khas bisnis MLM ini adl memasarkan produk hanya kepada anggota saja. Masyarakat yg bukan anggota hanya dapat membeli produknya dari anggota . Untuk menjadi anggota harus membayar uang masuk dan biasanya ada iuran tahunan utk memperpanjang keanggotaan.
Para distributor ini biasanya dibina utk melebarkan dan memperbanyak anggotanya sehingga terciptalah sebuah jaringan pemasaran yg luas. Umumnya produk yg dipasarkan melalui MLM adl produk yg memiliki harga di atas rata-rata. Jika para anggota menjual produknya kepada non anggota terdapat keuntungan yg lumayan besar sekitar 30 persen. Bukan hanya itu saja yg diharapkan oleh anggota tetapi ada penghasilan besar lainnya berupa bonus poin kumulatif penjualan dalam jaringan seorang anggota. Dengan sistem poin seperti ini maka seorang anggota yg memiliki jaringan pemasaran luas dan aktif dalam penjualan akan mendapatkan kumulatif poin yg besar.
Semakin besar poin kumulatif semakin besar dan banyak pula bonus yg dapat diraih. Sehingga sangat lazim dalam bisnis MLM ini ada seorang yg memiliki jaringan sangat luas mendapatkan penghasilan sangat besar jauh di atas keuntungan margin penjualan yg dia lakukan. Posisi seperti inilah yg dikejar oleh para pelaku bisnis MLM. Berbagai variasi memang dilakukan oleh bisnis MLM yg berbeda baik dalam menentukan besarnya poin bonus posisi pemasaran dan cara pembinaan tetapi prinsip pokok MLM adl tetap berpedoman pada prinsip yg diuraikan di atas.
Prinsip MLM seperti ini sekilas nampak wajar memberikan kesempatan kepada banyak orang utk ikut menjual dan meni’mati keuntungan . Tetapi kenyataan bahwa produk yg dijual dgn sistem MLM selalu memiliki harga yg lbh mahal dari produk non MLM.
Prinsip memperluas jaringan pemasaran pada kenyataannya adl memperpanjang jalur distribusi dgn konsekuensi harga produk menjadi lbh mahal. Harga mahal jalur distribusi yg panjang dan posisi tertentu dgn bonus poin kumulatif agaknya berseberangan dgn prinsip ekonomi konvensional apalagi syariah. Syariah Kapitalis dan MLM Panjangnya jalur distribusi merupakan komponen utama penambah harga produk. Setiap titik distribusi pasti memerlukan margin tertentu dan konsekuensinya adl bertambahnya harga.
Berseberangan dgn ini usaha ‘toko gudang’ seperti Makro, Indo Mart, Club Store ataupun Maju Bersama berupaya memperpendek jalur distribusi sehingga mereka dapat menjual produk lbh murah dari harga. Dalam aspek ini konsumen diuntungkan dgn harga produk yg relatif lbh murah. Walaupun kecil dalam aspek ini masyarakat diberdayakan. Sedangkan dalam MLM yg diberdayakan hanya distributornya saja. Masyarakat atau pembeli biasa tidak meni’mati apa-apa kecuali bertambah mahalnya harga produk. Dalam satu aspek pemendekan jalur distribusi dan penekanan harga memiliki potensi memberdayakan masyarakat.
Hal lain yg juga perlu dicermati adl adanya posisi level strategis dalamjalur pemasaran MLM yaitu seseorang mendapatkan penghasilan dari kerja keras jaringannya. Boleh jadi sistem ini akan menyejahterakan seseorang yg utk itu dibutuhkan ratusan atau ribuan pembeli dgn harga mahal. Posisi ini apa pun namanya merupakan impian yg dikejar oleh semua pebisnis MLM. Keberadaan posisi ini sewajar apa pun sebenarnya tidak adil krn memberikan kesempatan kepada seseorang utk mendapat hasil dari pekerjaan yg dilakukan oleh orang lain.
Terlepas dari jenis produk apa pun yg dijual sistem MLM seperti ini jelas tidak selaras dgn prinsip syariah baik dari aspek bagi hasil ataupun efek memberdayakan umat. Bagaimanapun reformasi yg dilakukan ekonomi syariah telah terbukti unggul menghadapi berbagai ekses kapitalistik. Hanya ekonomi syariah saja yg dapat mengeluarkan siapa pun dari krisis ekonomi.
Hadiah besar yg ditawarkan melalui iklan heboh hadiah ataupun pemasaran produk melalui jaringan Multi Level Marketing tetap saja tidak akan mampu mengentaskan kemiskinan akibat ekonomi kapitalistik. Memang MLM mungkin dapat memperkaya beberapa gelintir ‘diamond’ dalam kerja keras ribuan distributor dan lbh banyak lagi pembeli yg bukan anggota. Kita tunggu saja mana yg lbh unggul hadiah menggiurkan dari bank kapitalis MLM atau syariah.
Oleh Drs. Djoko Sugiarno Sumber Waspada Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

MANAJEMEN DATA



Pesan Baru SIM
manajemen tidak dapat mengabaikan sistem informasi karena sistem informasi ini memerankan perankan yang kritikal didalam organisasi 
SIM dapat mempengaruhi manajemen dalam mengambil keputusan, membuat rencana, mengelola pegawai, meningkatkan capaian sasaran kinerja.
1. Sistem yang paling pertama di tampilkan olehsistem informasi adalah sebagai pengambil keputusan
2. Bagaimana SIM bisa membuat rencana
3. Dalam mengelola pegawai akan lebih efektif
4. tujuan apa yang kita capai ketika kita memiliki data yang valid

SIM dapat meningkatkan capaian sasaran kinerja 
- bagaimana menetapkan ukuran/bobot setiap tujuan kegiatan (protes)
- menetapkan sistem standar pelayanan minimum
-bagaimana menetapkanstandar prosedur pelayanan kepada stakeholder (SOP)

SIM memainkan peran yang besar dan berpengaruh semakin tingginya kemampuan teknologi komputer, semakin murah biaya pemanfaatan, menghasilkan jaringan komunikasi yang dibuat, melakukan akses informasi dengan cepat, dan mengendalikan sistem informasi tersebut.

Manajemen Data
Saat ini, perusahaan bisnis tidak dapat bertahan maupun sukses tanpa data yang berkualitas mengenai operasi internal maupun lingkungan eksternal mereka.
Organisasi modern menyadari bahwa mengelola data dengan baik seperti halnya mereka mengelola aset berharga lainnya merupakan kunci sukses yang penting dalam pasar saat ini.
Manajemen data
Definisi:
Aktivitas manajerial yang menggunakan teknologi sistem informasi dalam menjalankan tugas pengelolaan data organisasi untuk memenuhi kebutuhan informasi semua stakeholder bisnis mereka.
Permasalahan dengan pemrosesan data tradisional:
Pengulangan Data – pengulangan data membutuhkan pemutakhiran (update) pada semua file data tersebut yang disimpan
Kesulitan Integrasi Data – data yang disimpan dalam file yang terpisah yang membutuhkan program output khusus menyebabkan kesulitan dalam sistem pelaporan ad hoc
Ketergantungan Data – suatu program umumnya menginformasikan bagaimana data disimpan sehingga perubahan format penyimpanan membutuhkan perubahan program juga
Pendekatan Database Management System (DBMS)
Definisi:
Mengkonsolidasikan pencatatan data ke dalam satu database yang dapat diakses dengan berbagai program aplikasi yang berbeda.
Software interface antara users dan databases
Data disimpan satu kali, dan terpisah dari program aplikasi
Database Application Programs
Fungsi:
Membuat dan memproses forms
Membuat dan mengirimkan queries
Membuat dan memproses reports
Mengeksekusi logika aplikasi
Mengontrol aplikasi
Macam-macam Database
Operational – menyimpan data yang detail yang dibutuhkan untuk mendukung proses bisnis dan operasi perusahaan
Distributed – database yang di ulang dan didistribusikan secara keseluruhan ataupun sebagian ke server jaringan pada berbagai lokasi
External – berisi banyak sekali informasi yang tersedia dari layanan online komersial maupun dari berbagai sumber dalam World Wide Web
Data Warehouse
Definisi:
Database  berukuran besar yang menyimpan data yang telah disarikan/disaring (extracted) dari berbagai operational, external, dan database lain dalam organisasi
Data Mart
Definisi:
Database yang menyimpan kumpulan data tertentu dari sebuah data warehouse yang fokus pada aspek tertentu dalam perusahaan, misalnya satu departemen atau satu proses bisnis
Data Mining
Definisi:
Aktivitas analisis terhadap data dalam suatu data warehouse untuk mendapatkan pola dan kecenderungan yang tersembunyi dalam aktivitas bisnis masa lalu
Penggunaan Data Mining
Melakukan “market-basket analysis” untuk mengidentifikasi kumpulan produk baru.
Menemukan akar permasalahan kualitas atau permasalahan manufaktur lain.
Mencegah kekecewaan konsumen dan memperoleh konsumen baru.

Minggu, 09 Oktober 2016

Sistem Informasi Manajemen (TM. 1)

Perkuliahan SIM FKIP Prodi Pendidikan Ekonomi (15/9/2016) Pukul 08.50-10.30
Tingkat
  • Sistem
    • Sekumpulan hal atau kegiatan elemen yang salingberhubungan atau yang dihubungkan dengan cara-cara tertentu sehingga membentuk satu kesatuan untukmelaksanakan suatu fungsi guna mencapai suatu tujuan informasi
  • Informasi
    • Hasil pengolahan data sehingga mempunyai bentuk yang penting bagi penerimanya dan mempunyai kegunaan dasar dalam pengambilan keputusan yang dapat dirahasiakan akibatnya secaralangsung atau secara tidaklangsung untuk masa yang akan datang
  • Manajemen
    • Proses memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia untuk mencapai suatu tujuan
    • Suatu sistemkekuasaan dalam suatu organisasi agar orang-orang menjalankan pekerjaan
SIM (SistemInformasi Manajemen)
  • Sekumpulan subsistem yang saling berhubungan
  • Membentuk satu kesatuan
  • Saling berinteraksi dan bekerjasama melakukan fungsi pengolahan data
  • Menerima masukan input
  • Mengolah masukan (processing)
  • Menghasilkan keluaran output berupainformasi
  • Informasi dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan
  • Mendukung kegiatan operasional manajerial dan srategis
  • Memanfaatkan sumberdaya yang ada dan tersediabagi fungsi tersebut
Tingkatan Proses Manajemen


Bagaimana Konsep SI Pendataan Karyawan?